KISAH NYATA-Meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah

KISAH NYATA, Meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah – Sosok ayah yang patut dijadikan panutan karena sikap almarhum semasa hidupnya sangat sabar dalam menghadapi segala persoalan. Mengingat persoalan dunia yang tidak ada habisnya.

Saat beliau menghadapai masa2 kritisnya Alhamdulillah almarhum tetap dalam keadaan sadar dan beliau selalu berpesan kepada kami anak-anaknya untuk menjaga shalat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an.

Kamis 09 november 2016 sekitar pukul 14:00 , karena ayahku sakit dan kami anak-anak beliau yg berada di luar kota diminta untuk pulang ke buol sulawesi tengah.

saya tiba di buol sulawesi tengah mengendarai mobil rental. Langsung menuju ke rumah, ternyata d rumahku yang dulu sering ramai saat itu sepi dan di Pasang gembok. Singkat cerita saya menyelesaikan urusanku di rumah dan segera menuju RSUD Buol, setiba di sana saya langsung mencari kamar ayahku, disana saya melihat ibuku selalu setia menjaga dan menemani ayahku, senyum mereka menyambut kedatanganku, saya menghampiri ibuku dan memeluknya lalu menghampiri ayahku dimana keadaan ayahku sangat memprihatinkan, begitu menyayat hatiku melihat keadaan sosok ayah yang dulu kuat, ramah, dan suka bercanda.

Sosok ayah kini yang ada di hadapanku sangat berbeda, saya langsung memeluk ayahku, sangat erat,air mataku terus mengucur dan berkata “maafkan anakmu, tidak bisa datang saat ayah sangat membutuhkanku, kini saya datang dan tidak akan pergi sampai ayah sehat seperti dulu,jika saja saya tahu kondisi ayah seperti ini, dari minggu lalu saya pulang.”ayahku pun menyahut dan berkata “sabar nak” kata2 itu terus ayahku ulangi sambil mengusap-punggungku. Tidak lama berselang adiku juga tiba di bandara Pogogul dan saya pun menjemputnya dan kami bersama2 ke RSUD dan adikku pun melakukan hal yang sama seperti saya lakukan sebelumnya, ia memeluk ayahku sangat erat diiringi isak tangis keduanya karena mereka cukup lama tidak bertemu .suasana saat itu sangat mengharuhkan.

Hari demi hari saya dengan adikku lalui bergatian menjaga ayah kami semuanya berlalu begitu cepat sampai tiba hari selasa. Ayahku ingin keluar dari RS karena sudah agak baikan. Kami ingin ayahku ke makassar dan beliau pun menyetujui untuk melanjutkan pengobatan. Tiket sudah di booking untuk ke makassar hari jum’at tetapi ayahku meminta hari minggu, karena hari kamis ada acara keluarga (pernikahan)di makassar desa lamurukung kab.bone tepatnya. Ayahku tidak ingin mengganggu acara tersebut, sehingga ayahku mengambil keputusan hari minggu.

Jumat 11-november-2016
Sekitar pukul 03:00

Beliau pun masuk ke klinik sarlina, karena kondisi fisik ayahku memburuk. Setiba disana ayahku langsung diinfus dan dipasang selang oksigen.

KISAH NYATA-Meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah

Sekitar pukul 19:00

Berberapa saat berlalu saya memperhatikan kening ayahku yang bercahaya disinari lampu terang karena keringat padahal ruangannya menggunakan AC. Terlihat sangat jelas ada lubang di kening ayahku,seakan-akan tulang tengkorak keningnya masuk ke dalam sehingga terlihat seperti berlubang. Perlahan-lahan kondisi ayahku semakin memburuk, kemudian lubang yang tampak di keningnya di antara kedua alis menjadi menghitam yang membuat kedua alis ayahku terlihat menyatu. Warnanya seperti ahli shalat yang menghitam keningnya karena sujud. Entah bagaimana menggambarkannya karena saat tersebut, berlalu begitu cepat ditambah lagi saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mengambil foto ataupun video.

Sekitar pukul 19:40

Selesai adzan isya, ayahku dalam kondisi duduk meminta dibacakan ayat qursi, saya sangat terkejut dengan permintaan itu, karena seingatku ayahku tidak pernah meminta hal itu selama kami bersama di rumah sakit, adiku pun membacakan ayat qursi, saya tidak mampu membaca ayat qursi tersebut lidahku menjadi kaku karena shok, perasaan tidak enak terus menghantuiku, sambil mendengarkan ayat Qursi ayahku memperbaiki syahatdnya. Dan kemudian ayahku mulai berbaring, lalu ayahku mengambil sarung dan meletakkan di mulutnya, tiba-tiba ayahku cegukan dan memuntahkan darah yang banyak, diikuti cegukan kedua dan ketiga, ternyata ayahku sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Isak tangis pun pecah suasana menjadi ramai. Saya pun tidak sanggup menahan air mata, saya meronta dan protes kenapa harus sekarang, saya terus meronta tidak terima takdir ALLAH SWT. Belum siap untuk kehilangan sosok ayah. Saya masih membutukan banyak tuntunan, kasih sayang dari ayahku, belum siap dan belum siap untuk semuanya.

Semoga almarhum Baharuddin Hi.zubair dilapangkan kuburnya, dijauhkan dari siksa kubur dan mendapat surga disisi ALLAH SWT amiiiinn yaa rabbal alamiin.

Buat pembaca yang bijak, sayangilah orang tua kalian yang masih hidup, dan nikmatilah masa-masa bersama mereka, sungguh saat kematian pasti akan menghampiri setiap yang bernyawa. Wassalam.

KISAH NYATA-Meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s